Thursday, September 2, 2010

Prinsip Berlatih Kata Karate

 Tips-Tips dalam Berlatih Kata

1. Pelajari gerakan Kihon yang benar dari Kata tersebut termasuk cara
kuda2 yang benar. Lalu pelajari pola arah (embusen) dari kata tersebut.
Kemudian pahami praktik (bunkai) dari setiap gerakan kata Itu.
2. Hapalkan tiap rangkaian gerak Kata tersebut. Bila tidak sanggup untuk
menghapal semuanya maka boleh sepotong-sepotong/setahap-demi setahap, lama2
gerakan kata secara keseluruhan tersebut bias dihapal.
3. Setelah kita hapal akan suatu Kata tersebut, kemudian kita dituntut untuk
mengulang-ulang Kata tersebut sampai melekat pada memori tubuh kita. Setiap
kata yang kita pelajari harus memperhatikan:
a. Urutan yang benar. Setiap kata memiliki jumlah dan urutan gerakan yang
standar, tanpa boleh memodifikasinya (modifikasi hanya ketika latihan
bunkai atau aplikasi)
b. Setiap kata berawal dan berakhir pada titik yang sama.
c. Arti dari setiap gerak (Bunkai) harus dipahami secara jelas, apakah
merupakan teknik bertahan atau menyerang. Demikian juga keseluruhan
rangkaian gerak dalam satu kata, setiap kata memiliki ciri khas
masing-masing.
d. Penyaluran tenaga (Kime) ke suatu target/sasaran, tahu kapan kita akan
menyalurkan tenaga untuk menyerang kapan untuk menangkis. Saat kita
melakukan serangan baik itu pukulan atau tendangan, konsentrasi
pikiran kita tertuju pada titik sasaran/lawan yang akan kita pukul
atau tendang. Jadi benar2 seperti dalam kenyataan. Pukulan/tendangan
kita benar2 harus kita lepaskan dengan tenaga besar yang maksimal
dengan niat sungguh2 akan menaklukkan lawan bahkan dengan sekali
serangan (Ikken Hissatsu), karena dalam latihan kata kita seolah-olah
seperti dalam kepungan musuh, jadi sebelum kita diserang lebih baik
kita serang dahulu lawan kita sampai tidak berkutik dengan sekali
serangan (Ikken Hissatsu). Hal ini dapat mengefisienkan tenaga jika
dalam pertarungan sebenarnya.
e. Ritme gerak setiap teknik harus diterapkan secara pas, dan tubuh harus
flesibel. Ingat tiga kunci; penggunaan porsi tenaga yang benar,
kecepatan atau kelambatan dalam eksekusi teknik, serta penguluran atau
kontraksi otot.
f. Teknik bernafas harus sesuai dengan gerakan yang dikakukan, saat
sedang menangkis berbeda dengan saat menyerang. Demikian juga saat
melakukan suatu teknik yang merupakan rangkain beberapa gerakan
sekaligus. Setiap kata umumnya memiliki dua kali kiai. Saat kiai
adalah saat nafas dikeluarkan secara serta-merta, dengan menegangkan
otot abdomen, saat tersebut kekuatan ekstra akan dihasilkan.
g. Imajinasi kia akan lawan, agar mendatangkan keuntungan yang lebih
besar pada kita dari latihan kata, hendaknya pada saat latihan, kita
jangan cuma menggerakkan kaki dan tangan saja, walaupun menggerakaannya
dengan kecepatan dan tenaga yang sangat besar, tanpa mengkhayalkan
lawan yang seolah-olah berhadapan dengan kita adalah sama juga
bohong,gerakan kita menjadi tidak bermakna. Itu menyebabkan gerakan
kita menjadi tidak berfokus pada titik serangan, dan membuat muscle
memory kita buyar akan jurus tersebut. Sehingga bila swaktu-waktu jurus
tersebut dibutuhkan oleh kita untuk membela diri, jurus tersebut tdak
bisa keluar, karena memang dari memory kita tidak terekam dengan kuat
apa yang kita latih untuk membela diri. Jika kita sering mengkhayalkan
berhadapan dengan musuh dalam setiap latihan kata kita, maka otomatis
akan terekam dengan jelas gerakan jurus dalam memory kita. Sehingga
ketika kita dalam keadaan yang sangat mendesak dan sangat memerlukan
jurus/kata tersebut, pikiran kita akan mengirimkan perintah ke memory
kita untuk mengeluarkan jurus, lalu memory kita akan mengeluarkan
jurus/kata untuk mengantisipasi serangan sesuai dengan gerakan musuh
yang dibaca. Cara mengkhayalkan musuh yang baik saat latihan kata
adalah terdiri dari beberapa tingkatan yaitu sebagai berikut: level pertama adalah saat gerakan Kata kita merasa belum lincah, bertenaga, cepat dan terkoordinasi dengan baik maka sebaiknya kita membayangkan lawan yang lebih lemah dari diri kita. level kedua adalah saat gerakan Kata kita sudah lebih lincah, bertenaga, cepat dan terkoordinasi dengan baik dari level sebelumnya maka kita sebaiknya membayangkan lawan yang memiliki kekuatan sama dengan kita.  Level ketiga adalah saat gerakan Kata kita sudah diatas melebihi level sebelumnya maka kita membayangkan lawan yang memiliki kekuatan yang lebih besar dari diri kita, begitu terus selanjutnya. Pengkhayalan musuh ini bertujuan untuk meningkatkan kelincahan, kecepatan, kekuatan, koordinasi tubuh dari gerakan kata kita.
h. Perbaiki gerakan yang sulit dulu. Jika ada rangkaian gerakan yang bagi anda terasa sulit atau kurang lancar, berikan perhatian lebih padanya, ulangi sampai benar,  dan slalu dibayangkan atau relevansi atau keterkaitan tehnik dengan kemungkinan aplikasinya dalam pertarungan.
Nah bagaimana komentar anda? sudahkah anda meningkatkan kualitas latihan kata anda?

5 comments:

  1. Replies
    1. Apakah karate membahaykan bagi wanita yang serius mengikutinya?

      Delete
  2. Karate tidak membahayakan wanita yang mempelajarinya asalkan teknik dan cara latihannya disesuaikan sesuai kodrat wanita alias jangan terlalu berlebihan. Banyak atlit-atlit Karateka wanita di Dunia yang sebagian besar wanita tampil berprestasi dan sudah barang tentu mempunyai kondisi kesehatan yang baik jauh diatas wanita rata2 biasa.

    ReplyDelete
  3. Osh..
    Dari karateka shindoka brebes..

    ReplyDelete