Thursday, September 23, 2010

Mental Bathin yang Baik kunci Kesehatan (bagian 1)

Ketenangan-keseimbangan mental Bathin mutlak sangat perlu dalam hal menjaga kesehatan. tanpa ketenangan-keseimbangan mental bathin yang baik maka orang tersebut yang tadinya sehat lambat laun akan sakit. Untuk menjaga kesehatan seseorang tidak hanya fokus pada olah raga saja yang digelutinya, tetapi kondisi mental bathinnya harus tetap terpelihara dengan baik sebab kalau tidak akan berpengaruh ke kondisi fisiknya. Sebenarnya Olah raga membantu seseorang dalam memelihara kondisi mental supaya seimbang dan tenang contohnya olah raga beladiri Karate, tapi alangkah lebih baiknya jika kita dilengkapi dengan pengetahuan2 teknis tentang cara memelihara ketenangan-keseimbangan mental bathin lain agar kondisi mental dan bathin kita selalu menjadi lebih prima. Dibawah ini adalah tulisan pengalaman seorang dokter dan penelitiannya tentang pentingnya keseimbangan- ketenangan mental dan bathin dan teknik agar bisa mencapai ketenangan keseimbangan mental bathin yang baik. selamat mengikuti!

Manfaat dari ketenang-seimbangan mental & bathin melampaui semua langkah-langkah pemeliharaan kesehatan lainnya. Bila kalian memperhatikan dan menjalankan "Ketenang-seimbangan mental & bathin" kalian telah menguasai suatu KUNCI MAS Kesehatan. Di Beijing, saya melakukan penelitian terhadap Warga Usia Lanjut (Wulan) yang berusia di atas 100 tahun, namun tetap sehat, bagaimana mereka menjaga kesehatan mereka? Makan yang lezat-lezat atau uangnya berlimpah? Tidak! Mengamati kehidupan para wulan-wulan ini, terlihat banyak hal-hal yang mengherankan! Ada dari mereka yang biasa tidurnya tidak larut malam,bangunnya pagi-pagi sekali, kesehatannya baik. Ada juga yang tidurnya larut malam, bangunnya pun agak siang, kesehatannya pun baik. Ada yang tidak makan daging, dan ia menjadi sehat, namun ada juga yang sangat doyan makan daging, namun tetap sehat. Ada dari mereka yang tidak merokok, tapi ada juga yang tetap saja merokok dengan kuat. Ada yang punya hobbi minum teh; ada juga yang tidak minum teh; jadi Gaya Hidup dan kebiasaan-kebiasaan mereka beraneka ragam. Namun ada 2 (dua) hal yang seragam pada setiap wulan yang sehat. Yang pertama: masing-masing "Berhati lapang,berwatak lembut,berhati mulia". Tidak ada dari mereka yang "Berhati sempit/cupat". Mengapa? Sebab orang yang berhati cupat, tidak pemaaf, tabiatnya kasar, impulsive, pemarah, takkan bisa hidup sampai 100 tahun. Baru capai usia 50 tahun, 60 tahun, satu persatu sudah meninggal karena tabiatnya itu! Ada yang kena kanker, ada yang kena jantung coroner, dan lain sebagainya.
Kedua: Tidak ada dari para wulan yang sehat-sehat itu malas, kesemua mereka senang bekerja, senang olahraga. Sangat pas dengan pepatah Inggris yang menyatakan : "Tidak ada wulan sehat yang malas".

Lantas, mengapa "Ketenangseimbangan mental/bathin begitu penting? Penyakit-penyakit kronis seperti Arterioclerosis dan Jantung Coroner itu, prosesnya sangat lambat, pengerasan pembuluh darah tidak terjadi spontan, prosesnya bisa berjalan beberapa tahun, belasan bahkan puluhan tahun baru
menyebabkan seluruh pembuluh darah tersumbat rapat-rapat. Bagi warga berusia antara 40 ~ 50 tahun, Arterioclerosis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dalam satu tahun dapat menyempit kurang lebih 1 ~ 2%, jika Anda perokok, penderita tensi tinggi, triglyceride tinggi, maka penyempitan dapat diperparah menjadi 3 ~ 4% setahun, tetapi sekali Anda marah dan gelisah dalam 1 menit saja pembuluh darah dapat menyempit 100%, dan mati segera!
Nah, bayangkan dahsyatnya emosi yang tak terkendali! Rumah Sakit tempat saya berdinas, suatu hari pada jam besuk, seorang nenek datang membesuk suaminya yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Tanpa disadari keduanya terlibat dalam suatu pertengkaran hebat, masing-masing tidak mau mengalah. Akhirnya, belum lewat 3 menit, si kakek mengeluh dadanya sakit, mukanya pucat, peluh keluar banyak sekali. Celaka, ketika dokter jaganya segera melakukan pengukuran E.C.G, ternyata otot jantungnya mengeras (Myocardial Necrosis), dokter segera melakukan pertolongan darurat, lewat ½ jam kemudian baru tertolong. Si nenek baru menyadari bahwa "marah"nya di kakek hampir menghilangkan nyawanya, ia berjanji takkan bertengkar lagi dengan si kakek, dan tidakkan membantah apapun yang dikatakan si kakek dan berusaha agar kakek tidak sampai "marah" lagi! "Emosi" adalah satu hal yang dapat menyebabkan banyak masalah. Kondisi Mental seseorang itu sangat penting.

Daya tahan mental yang berbeda dari satu orang ke orang lainnya, membuat seseorang dalam menghadapi suatu "tekanan" dapat menjadi sakit atau tetap sehat. Ada orang yang memang tidak mudah terserang sakit, hal ini erat hubungannya dengan kondisi mental seseorang. Banyak penyakit yang sangat dipengaruhi oleh kondisi mental. Seorang pasien dari Mancuria, usia 38 tahun, satu hari karena merasa sakit pada bagian levernya, datang ke rumah sakit dan dilakukan Pemotretan Beta Ultrasonic, si Dokter jaga setelah melihat hasil pemotretannya, memberitahukan dia bahwa "Celaka, telah tumbuh tumor cancer pada lever kamu sepanjang 7 cm!" Begitu mendengar ini, si pasien langsung pucat, dengkulnya lemas, jatuh terkapar di lantai.
Sekembalinya ia ke rumah, semalam suntuk ia tak bisa tidur, memikirkan penyakitnya dan anaknya yang baru berusia 8 tahun. Keesokan harinya, rasa sakitnya bertambah, ia mendatangi Klinik terdekat, oleh Dokter yang berdinas, ia diberi advis: "Cancer lever stadium demikian lanjut, saya tidak bisa berbuat sesuatu, jadi bersenang-senanglah di sisa hidupmu, makan enak sepuasnya, tamasyalah sepuasnya!" Kepada Bosnya yang datang menyambanginya, ia minta diizinkan dan dibiayai pergi ke Beijing melihat-lihat Tien An Men. Dengan ditandu oleh 4 orang rekannya ia naik kereta api berangkat ke Beijing, dan melihat-lihat Tien An Men. Setelah cukup bertamasya di Beijing sebelum pulang kembali ke kampung halaman, seorang rekannya menganjurkan ia memeriksakan diri ke rumah sakit di Beijing. Datanglah ia ke rumah sakit tempat saya bekerja, di sana sekali lagi oleh rekan saya Dokter, dilakukan lagi Pemotretan Beta Ultrasonic. Dan apa yang terjadi? Kata si Dokter itu kepada pasien: "Anda tidak ada penyakit apa-apa!" Mana mungkin, saya sudah hampir mati dengan cancer lever saya! sergah sang pasien tersebut. Si Dokter menjawab kalem: "Ah, Anda ini sakit kan karena shock saja". "Bagaimana mungkin saya dibilang sakit karena shock!" Pak Dokter kembali menjelaskan: "Banyak orang seperti Anda mendapat tumor biasa, didiagnosis oleh Dokter sebagai kanker, akibatnya terjadi Mental Breakdown, sakit dan tidak bisa bangun kembali. Padahal, tidak ada apa-apa!" Begitu mendengar penjelasan dan jaminan Dokter ini yang mengatakan "Kasus-kasus seperti Anda ini banyak sekali, saya jamin Anda akan sehat-sehat saja, saya tanggung jawab atas keterangan saya ini, jadi Anda boleh tenang sekarang!" Sekembalinya ia ke Mancuria, ia bisa makan, bisa tidur dan bekerja normal kembali. Untung ia punya pikiran mau tamasya ke Tien An Men, kalau tidak, pasti sudah wafat dia!

"Isyarat yang diberikan oleh orang (dokter) yang dipercaya ole pasien juga kadang memberi pengaruh besar bagi si penderita. Ada satu kasus, seorang pasien yang baru alami operasi, merasa sakit yang sangat pada bekas operasinya, kepada Dokter ia minta diinjeksi obat Morfin penghilang rasa sakit, tapi oleh si Dokter ia diinjeksi NaCl (garam), namun kepada si pasien dikatakan bahwa yang diinjeksikan adalah morfin. Si pasien berhenti rasa sakitnya! Jadi "isyarat" itu seperti hipnotis pengaruhnya.

Di Amerika, para penderita cancer membentuk pengobatan berkelompok. Para penderita dalam kelompok 7 ~ 8 orang berkumpul setiap minggu, berbincang-bincang, saling bercurhat, saling memberi semangat. Hasil dari pengobatan berkelompok ini, maka semua penderita kondisi mentalnya sangat baik, akibatnya efek samping dari kemo therapy dapat diperkecil, angka kematian berkurang, angka survival meningkat. Di Rumah Sakit Kanker Beijing, terdapat satu kasus penderita kanker ganas, oleh Dokter yang memperhatikan bahwa sel kanker si pasien menjalar demikian ganas, telah memvonis ia hanya dapat bertahan hidup ½ sampai dengan 1 tahun, ternyata ia dapat bertahan hidup lebih dari 10 tahun! Si Dokter dibuat terheran-heran.
Ternyata ia bersama dengan penderita lainnya ± 2.000 orang, setiap pagi berkumpul di Taman Kota "BA-I", bernyanyi berdansa, bergerak, gembira sambil
bincang-bincang. Mereka membentuk "Klub Melawan Kanker". Akhirnya ditarik satu kesimpulan bahwa: ketika kepada pasien-pasien yang telah divonis meninggal dalam waktu ½ tahun, ternyata masih bertahan belasan tahun lamanya; ditanya rahasia bertahan hidupnya itu: tiada seorangpun dari mereka yang menjawab: karena mereka mendapat obat mujarab. Setiap orang mengatakan bahwa mereka punya hati sangat gembira, penuh percaya diri, penuh harapan terhadap masa depan, tidak gentar menghadapi masa depan . Kesimpulannya adalah pertama-tama Kondisi Mental dan Emosi mereka sangat baik,mental & bathin mereka tenang seimbang; Kedua: mereka memiliki keluarga yang harmonis, anggota keluarga yang peduli; kantor/instansi tempat mereka bekerja pun sangat peduli - ini adalah satu pilar masyarakat yang tangguh. Kedua kondisi ini sangat penting, lebih penting dari obat-obatan yang dimakan!

(bersambung.........)

No comments:

Post a Comment