Friday, September 24, 2010

Mental Bathin yang Baik kunci Kesehatan (bagian 2)

Ketenangan-keseimbangan mental Bathin mutlak sangat perlu dalam hal menjaga kesehatan. tanpa ketenangan-keseimbangan mental bathin yang baik maka orang tersebut yang tadinya sehat lambat laun akan sakit. Untuk menjaga kesehatan seseorang tidak hanya fokus pada olah raga saja yang digelutinya, tetapi kondisi mental bathinnya harus tetap terpelihara dengan baik sebab kalau tidak akan berpengaruh ke kondisi fisiknya. Sebenarnya Olah raga membantu seseorang dalam memelihara kondisi mental supaya seimbang dan tenang contohnya olah raga beladiri Karate, tapi alangkah lebih baiknya jika kita dilengkapi dengan pengetahuan2 teknis tentang cara memelihara ketenangan-keseimbangan mental bathin lain agar kondisi mental dan bathin kita selalu menjadi lebih prima. Dibawah ini adalah tulisan pengalaman seorang dokter dan penelitiannya tentang pentingnya keseimbangan- ketenangan mental dan bathin dan teknik agar bisa mencapai ketenangan keseimbangan mental bathin yang baik bagian ke 2. selamat mengikuti!

kondisi mental bathin yang baik adalah senjata melawan kanker yang paling ampuh. Sesungguhnya, seseorang dengan kondisi mental bathin yang tenang seimbang, pasti akan memiliki organ yang seimbang juga, akan jarang terjangkit semua penyakit, kendati terjangkit penyakitpun penyembuhan akan cepat. Ini berlaku untuk segala penyakit apapun, dan energy dan kekuatan ini demikian kuat sehingga Anda mungkin tidak bisa membayangkan. Baru-baru ini saya mendapat seorang pasien penderita jantung dari Daerah, pembuluh jantungnya sudah sebagian besar tersumbat, disamping itu terdapat juga tumor pada dinding jantung. Dokter di daerah menganjurkan ia datang ke Beijing An Chen Hospital untuk melakukan operasi by pass, juga membuang tumor pada dinding jantungnya. Ketika konsultasi dengan saya, saya katakan bahwa ia perlu terlebih dulu melakukan Heart Survival Test. Bila jantung masih terdapat yang survive, maka operasi bypass dapat efektif. Tapi bila otot jantung sudah mati semua, maka operasi by pass pun tak ada efeknya. Ternyata setelah dilakukan test tadi, tidak lagi terdapat otot jantung yang masih "hidup"! Betapa kecewanya si pasien tersebut ketika diberitahu hasil "test"nya itu. Kebetulan di hari dimana ia berkonsultasi dengan saya, rumah sakit sedang menyelenggarakan Kursus Pendidikan Kesehatan. Setelah mengikuti kursus ini, ia berkomentar: "Setelah mengikuti Kursus Pendidikan Kesehatan ini, bathin saya merasa tergugah, rupa-rupanya walau saya pernah menjabat Direktur sebuah Bank, tapi saya sama sekali tidak paham apa yang disebut "Kesehatan" itu! Bagaimana cara mendapatkannya? Bagaimana menjalankannya? Kini setelah kursus ini, saya baru paham akan 4 (empat) fondasi kesehatan yang luar biasa itu!"
Setelah kembali ke rumahnya, ia menyimpulkan pencerahan bathinnya dengan 4 (empat) kalimat. Kalimat Pertama: Lupakan kejayaan masa lalu. Dulu kehidupan sebagai Direktur Bank sangat mewah, naik turun mobil mewah, dimana-mana selalu mendapat sanjungan-sanjungan, kini setelah di-non-aktifkan, bila mengenang akan kejayaan dan kemewahan masa lalu, akan membuat sedih hati. Kalimat Kedua: Jangan sirik melihat apa yang terjadi sekarang . Direktur yang menggantikan saya kini lebih gaya, lebih mewah dibanding dengan kondisi ketika saya masih menjabat. Saya tidak ambil pusing dengan hal ini. Kalimat ketiga: Nikmatilah hari ini. Setiap hari saya akan beristirahat, berkebun dan nonton TV. Saya nikmati saja hari-hariku ini. Kalimat keempat: Menyongsong hasil esok dengan optimisme.
Jantungku ini bila dirawat baik-baik saya akan bisa hidup sampai 90 tahun, gairah hidupnya timbul kembali! Jadi Falsafah Hidup si pasien yang berpatokan pada: Lepaskan keterikatan masa lalu; Tidak iri kepada apa yang terjadi kini; Nikmatilah hari ini; Menyongsong hari esok, menyebabkan ia bertahan hidup sehat.
Dua tahun kemudian, ketika ia kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang, ketika difoto, ternyata jantungnya kentara telah berkurang bengkaknya! Oh, saya sungguh belum pernah berjumpa dengan kasus seperti ini, dua tahun yang lalu, jantungnya demikian bengkak, bisa bertahan hidup sampai sekarang, termasuk jarang terjadi. Dan biasanya si jantung dari waktu ke waktu malah makin bengkak. Sekarang koq bisa mengecil kembali? Ketika dilakukan USG, nyata sekali jantungnya telah mengecil kembali, kinerja jantungnya kentara telah membaik. Dia sekarang hidup normal-normal saja, tiap-tiap hari berolahraga naik gunung.

Umat manusia jika saja mempunyai kondisi bathin dan mental yang baik, maka fisiknya akan mempunyai antibody dan immunity yang besar. Tapi sekali semangat hidupnya runtuh, maka habislah sudah! Jadi sekali lagi saya tekankan bahwa kondisi mental dan bathin mempunyai pengaruh yang teramat besar terhadap timbulnya dan berkembangnya penyakit, terutama penyakit kronis seperti kanker, jantung koroner, tekanan darah tinggi dan diabetes.

Jadi adalah penting menjaga ketenang seimbangan mental dan bathin. Tetapi bagaimana caranya mempertahankan kondisi mental & bathin yang seimbang dan stabil? Jawabannya adalah 3 kalimat: "Perlakukan dirimu dengan benar, perlakukan orang lain dengan benar,perlakukan masyarakat dengan benar". Perlakukan dirimu dengan benar adalah memposisikan diri Anda dengan benar, jangan ada Superiority Complex, jangan pula ada Inferiority Complex atau rendah diri. Perlakukan orang lain dan masyarakat dengan korek adalah senantiasa bersikap optimis dan berterima kasih kepada masyarakat. Kalau kita senantiasa bersikap positif seperti ini, maka semua problem hidup dapat terselesaikan dengan lancar.

Sikap manusia terhadap masyarakat kelilingnya terbagi dua: kelompok pertama senantiasa bersikap aktif dan optimis menghadapi dunia. Kelompok orang lainnya bersikap pesimis dan pasif menghadapi dunia. Inilah salah satu tolok ukur yang digunakan untuk mengukur dan membeda-bedakan mental bathin yang seimbang dengan mental bathin yang tak seimbang. Seseorang yang bersikap optimis dan aktif memandang dunia, maka dunia terasa begitu indah. Bila Anda bersikap pesimis dan pasif memandang dunia, maka dunia akan terasa begitu menakutkan! Masyarakat yang tengah berada pada proses keterbukaan & reformasi, peristiwa-peristiwa yang tak stabil, yang tak seimbang akan banyak sekali terjadi, bila Anda melihatnya dengan sikap pesimis, maka setiap hari Anda akan marah, dari pagi hingga sore tidak henti-hentinya ngomel dan marah karena memang kasus-kasus yang membuat Anda marah adalah terlampau banyak. Sebaliknya, bila Anda memandang dunia dengan optimis, dengan segala kekurangan yang masih ada, toh masyarakat dan negara kita terus maju berkembang, kehidupan kita kian hari kian makmur, banyak hal-hal yang bisa membuat kita bersukacita sepanjang hari. Maka seorang filsuf ternama pernah berkata: "Hidup adalah bagai sebuah cermin, engkau tertawa kepadanya, maka iapun akan ikut tertawa, engkau menangisi dia, iapun akan ikut menangis."
Apakah kebahagiaan itu? Tidak ada tolok ukur standard untuk "kebahagiaan", apalagi tolok ukur materi. Seseorang dengan materi berlimpah tidak menjamin ia pasti bahagia. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi mental & bathin. Kondisi mental & bathin bagaimana yang melahirkan kebahagiaan? Ternyata kondisi mental bathin yang tenang seimbang, yang stabil, yang membuat seseorang bahagia, dan merupakan salah satu fondasi dari "Kesehatan".

Kita sudah memasuki Millenium Baru. Di millennium baru ini harta kekayaan terbesar dari hidup manusia adalah "Kesehatan". Jadi jika Anda memberi seseorang suatu hadiah, hadiah yang terbaik adalah "Kesehatan". Berilah seseorang hadiah berupa "Sop Sehat Delapan Rasa." Rasa Pertama: Hati penuh kasih sayang, kasih sayang kepada sesamanya dan kepada masyarakat, tanpa kasih sayang, seseorang tak layak menjadi warga masyarakat. Rasa kedua: Berhati dermawan dengan kepedulian sosial tinggi. Rasa ketiga: Bermoral lurus dan jujur. Rasa keempat: hindarilah sifat tamak dan selalu ingin mendapat lebih dari apa yang telah diperoleh; orang juga harus berlapang dada dan bersifat pemaaf. Rasa kelima : Berbakti kepada orang tua. Sebuah kelompok Peneliti Kebahagiaan Manula, berkesimpulan bahwa: unsur terpenting yang mempengaruhi kebahagiaan manula bukanlah uang atau kedudukan Melainkan keberadaan putra-putrinya yang berbakti di sisinya yang menjadi syarat utama bagi kebahagiaannya. Bakti kepada orang tua adalah Nilai Luhur dari Budaya Timur. Rasa keenam: jujur dalam takaran pas. Orang tak boleh terlampau jujur atau dia akan menjadi idiot. Tapi menjadi tidak jujur juga tidak baik. Jadi jujur dalam takaran pas! Rasa ketujuh: Beramal, tanpa suatu ikatan; makin banyak amal, makin baik! Rasa kedelapan: Tanpa pamrih, tidak mengharapkan imbalan atas amal yang diberikan.

"Sop Sehat 8 Rasa" setelah diminum teratur tiap hari, akan memurnikan bathin; memantapkan integritas diri; mengikis materialistis dan egoisme, tidak bergeming menghadapi pujian dan penghinaan.

"Sop Sehat 8 Rasa" akan melahirkan 6 buah manfaat: (1) M enjadi manusia jujur; (2) Tekun dalam tugas sehari-hari, (3) Amal dan peduli kepada masyarakat, (4) Nikmati hidup; (5) Sehat dan panjang umur; (6) Mengikis bencana dan membuang petaka.

Ketenang seimbangan bathin mengandung pengertian bahwa seseorang harus beramal, berdarmabakti kepada masyarakat, tapi juga harus dapat menikmati hidup sendiri. Pengertian dapat menikmati hidup, berarti orang hidup harus banyak mempunyai hobi-hobi amatir yang sehat, wawasan pengetahuan harus luas, dengan demikian mental bathin akan mudah diseimbangkan. Prof. MA YEN CHU, Rektor Universitas Beijing periode enampuluhan, pernah berucap "Pujian dan Penghinaan tidak menggoyahkan aku, seperti bunga yang bersemi dan rontok di halaman rumah. Muncul kemudian lenyap, demikianlah pemandangan awal yang muncul untuk kemudian berlalu!"
Sikap seperti Prof. Ma inilah yang disebut berlapang dada. Mr. LIANG CHI CHAO (Pahlawan China pencetus Gerakan Reformasi di masa-masa terakhir Dynasty Ching) pernah berkata: Semua isi dunia ini senantiasa berubah, tapi takkan mempengaruhi ketetapan hatiku. Sikap ini juga menunjukkan sikap yang teguh. Pemenang Noble Price Bidang Fisika, Prof. Robert Lee Chen Dao dalam suatu pesta memperingati ulang tahunnya yang ke-70 berpidato menyatakan: "Prinsip hidup saya adalah sambil menekuni penelitian Ilmu Fisika, saya tetap lakukan itu dengan gembira, sayapun masih tetap menjalani hobi yang berguna dan yang saya senangi, saya tidak pernah membiarkan nama yang tersohor, menelantarkan hobi saya."
Seseorang dengan kondisi mental & bathin yang baik, maka segala sesuatunya di dunia terasa begitu indah. Ambil contoh diri saya sendiri, bila hari ini saya gembira, tubuh terasa ringan keluar rumah menuju jalan raya, sinar matahari terang benderang, langit yang biru terlihat lebih biru bening, udara pun terasa segar. Orang yang berlalu-lalang di jalanpun terlihat tersenyum. Sesunggunya, ketika saya sedang gembira, maka dunia terlihat demikian indah, ketika saya sedih, panorama gunung dan air yang gemercikpun tidak membuat saya tertarik. Makanan hidangan laut yang lezat tidak membawa rasa apapun di lidah saya. Diibaratkan juga, kendati Anda tidur di atas ranjang yang mewah dengan kasur empuk, tapi dengan hati yang gundah, Anda tak bisa pejamkan mata. Kondisi mental yang buruk membuat dunia dengan segala isinya juga terlihat dan terasa buruk. Dengan kondisi mental yang baik, segalanyapun akan terasa indah. Untuk memastikan kita dapat senantiasa memiliki kondisi mental bathin bahagia, maka jalankanlah "Tiga Formula Kebahagiaan" tersebut di bawah ini:

Formula pertama: Menolong orang lain adalah kebahagiaan , Formula kedua: Puas diri dan tada iri hati adalah kebahagiaan, Formula ketiga: Bahagia dengan apa yang diperolehnya. Mengapa menolong orang adalah suatu kebahagiaan? Kebahagiaan terbesar dalam hidup manusia adalah menolong  sesamanya dan menjalankan amal ibadah. Dalam proses menolong sesamanya, kita memurnikan pikiran dan jiwa yang kotor, meningkatkan harkat kepribadian kita. Sebagian orang di masyarakat senang membanding-bandingkan harta orang lain dengan miliknya, kedudukan orang lain dengan kedudukannya, hatinya penuh dengan dengki dan iri, dan tidak pernah puas dengan dirinya, orang-orang seperti ini kondisi mental bathinnya tidak seimbang dan menderita. Jadi menjadi bahagia, orang harus puas dengan kondisi dirinya dan tanpa rasa dengki dan iri.

Formula ketiga : Bahagia dengan apa yang diperolehnya, walau yang diperolehnya adalah sesuatu yang tak ia inginkan, sesuatu kesialan yang menimpa dirinya, namun ia harus menerimanya dengan bahagia. Mengapa demikian? Sebab hidup manusia seperti sebuah roda yang berputar, tidak ada yang kekal. Semua segala sesuatunya di dunia ini, ibarat bulan yang sebentar pipih sebentar lagi bulat penuh, sebentar gelap sebentar lagi terang. Maka manusiapun menjalani nasib suka dan duka datang silih berganti. Tiada orang yang selalu sial melulu. Tiada pula orang yang selalu mujur.

Jadi mengapa harus susah? Bergembira dan berbahagialah selalu. Filsuf ternama Balzac pernah berkata: "Penderitaan adalah guru terbaik kehidupan manusia." Hari ini anda sedang sial, itu hanya berarti bahwa hari depan terang benderang terbentang di hadapan anda. Jadi berbahagialah dengan apa yang diperoleh.

Kesimpulan final adalah Harta manusia yang termahal dan tak ternilai adalah "Kesehatan". Kesehatan tak dapat mengandalkan High Technology, tidak dapat tergantung kepada obat-obatan. Dokter yang terbaik adalah diri kita sendiri. Obat yang terbaik adalah waktu. Kondisi mental yang terbaik adalah ketenangan. Olahraga terbaik adalah jalan kaki. Dokter ternama Yunani kuno Socrates pernah mengatakan: "Kemampuan seorang pasien adalah Dokter pasien tersebut, tugas Dokter hanya membantu dan mendukung kemampuan tersebut". Anda lihat ketika saya gerakkan pisau operasi dan membuat luka pada kulit, maka darah yang keluar dalam sekejap akan membeku, seminggu kemudian luka merapat. Usus kita rusak, dibuang sepotong, tak ada masalah. Paru-paru yang rusak dibuang sebuah juga tak masalah. Jadi tubuh kita memang mempunyai kemampuan yang kuat untuk menyembuhkan diri. Jadi kemampuan pasien adalah dokter si pasien itu sendiri. Dan obat yang terbaik adalah waktu, mengapa demikian? Sebab waktu pengobatan makin dini makin baik, makin dini suatu penyakit ditemukan dan diobati lebih baik. Di Rumah Sakit kami, terdapat seorang pasien gagal ginjal yang disebabkan oleh 12
tahun penyakit darah tingginya yang tidak diobati cepat, sehingga ia harus menjalankan "cuci darah" yang sangat mahal. Padahal penyakit darah tinggi bila diobati dini, satu tablet setiap hari, dalam waktu 3 - 6 bulan pasti sembuh. Bila anda menunda pengobatannya sampai 3 - 5 tahun atau lebih, maka bukan lagi satu tablet yang diperlukan tiap hari, akan tetapi 2 - 3 macam obat diminum setiap hari. Bila masih ditunda lebih lama lagi belasan hari, maka terjadi pendarahan otak; bukan 2 - 3 macam obat dapat mengobatinya, kini diperlukan batok kepala dibor, darah di otak disedot keluar! Jadi waktu pengobatan makin dini makin baik! Terakhir kondisi mental yang terbaik adalah tenang seimbang. Olahraga yang terbaik adalah jalan kaki. Keduanya adalah cara pencegahan penyakit dan penjagaan kesehatan yang terbaik. Dan menurut hasil penelitian suatu Lembaga Medis di Amerika, bila biaya yang dipakai pada upaya pencegahan penyakit 1 dollar, maka biaya pengobatan dapat dihemat sebesar 100 dollar.

Akhir kata izinkan saya dengan 4 kalimat untuk menyimpulkan presentasi saya ini: yakni "Satu buah pusat; Dua butir pokok ; Tiga perilaku benar; Delapan butir yang perlu diperhatikan ". Satu buah pusat tiada lain adalah Kesehatan. Kesehatan adalah pusat perhatian kita, bila anda kehilangan kesehatan, maka anda telah kehilangan segalanya. Abad ke-21 ini, kita menempatkan "kesehatan" sebagai pusat. Dua buah butir pokok yakni: butir pokok pertama adalah tidak menggubris hal-hal yang remeh-remeh. Butir pokok kedua adalah pandai menyusun urutan prioritas . Orang boleh cuek terhadap urusan-urusan remeh yang tak penting, tapi untuk urusan-urusan penting, urusan besar, ia harus jeli, teliti dan memecahkannya dengan baik. Orang yang tiap hari disibukkan dan dipusingkan oleh urusan-urusan remeh yang tak penting, tapi melupakan urusan-urusan yang besar dan penting, orang seperti ini cocok disebut bloon! Jadi orang hidup harus sedikit cuek dengan urusan-urusan remeh yang tak berguna, harus pandai memilah-milah dan menempatkan urutan prioritas yang perlu penanganan tepat dan cepat. Orang seperti ini disebut berdada lapang, berintegritas tinggi, berwawasan luas, orang seperti ini adalah Problem Solver yang baik.

Tiga perilaku benar: yakni Menolong orang adalah kebahagiaan; Puas diri adalah kebahagiaan; Bahagia dengan apa yang diperoleh. Maka dengan 3 (tiga) perilaku ini, orang akan senantiasa bahagia.

Delapan butir yang perlu perhatian yakni 4 Fondasi Kesehatan dan 4 butir yang terbaik. Empat Fondasi Kesehatan adalah: Makan yang pantas; olahraga dengan takaran yang pas; tidak merokok dan batasi alkohol; keseimbangan mental dan bathin. E mpat butir yang terbaik adalah: Dokter yang terbaik adalah diri sendiri; obat yang terbaik adalah waktu; kondisi mental yang terbaik adalah tenang seimbang; olahraga yang terbaik adalah jalan kaki. Kalau kita memiliki semua ini, pada dasarnya tidak perlu mengeluarkan uang sesenpun, kita semua akan sehat sampai usia tujuh puluh, delapan puluh, sembilan puluh, bahkan untuk mencapai usia 100 ( seratus) bukanlah suatu mimpi.
Saudara sekalian, asalkan kita semua menjalani Gaya dan Jalan Hidup (Way of Life) seperti yang diuraikan di atas, maka penyakit akan menjauh dari kita, kita semua akan hidup sehat. Hidup sehat adalah kunci menuju hidup pribadi yang bahagia, hidup keluarga bahagia dan seluruh masyarakat ikut pula bahagia.

Pada millenium baru ini, kesehatan individu warga masyarakat, akan menciptakan keluarga yang sehat, masyarakat dan bangsa yang sehat. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang produktif yang dapat memberi sumbangan besar bagi pembangunan Negara dan Bangsa.




No comments:

Post a Comment