Sunday, September 5, 2010

Sejarah Kata Sanchin

SANCHIN

Sanchin dibawa ke Jepang oleh Sensei Kanryo Higaonna, yang merupakan guru dari Sensei Kenwa Mabuni – pendiri Shitoryu Karatedo. Sensei Kanryo Higaonna mempelajari Sanchin selama dia menetap di China dalam pencarian jalan Kung-fu China.

Sanchin, juga dikenal sebagai "San-shin", memiliki arti gerakan dimulai dan berlanjut dengan cara maju tiga langkah ke depan. Karena Sanchin Dachi adalah kuda-kuda utama yang diadopsi menjadi kata, sehingga kata ini juga disebut "Sanchin", dan "Sanchin" adalah nama untuk kata ini yang telah diterima luas sekarang ini.

Sanchin dan Tenshou adalah dua kata dasar yang berasal dari aliran Naha-te. Keduanya adalah dua rangkaian gerakan dalam gerak lambat yang dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk Qi-gong dalam karate-do. Penggunaan Sanchin dan Tenshou membutuhkan konsep dan gerakan kata yang benar bersama dengan konsentrasi pikiran dan pengaturan nafas pemakainya. Latihan Sanchin dan Tenshou, selain membantu pemakainya untuk membangkitkan aliran Qi secara terus menerus, latihan ini juga mempunyai manfaat besar bagi mekanisme dan penyusun tubuh. Secara alamiah, karateka menganggap Sanchin dan Tenshou sebagai harta karun tidak ternilai dari karatedo.

Yi, Qi, Jin
Sanchin dan Tenshou bukan hanya serangkaian manouver bagian tubuh secara pasif, gerakan-gerakan itu harus diarahkan oleh dua elemen kunci: Yi dan Qi. Seperti beberapa master pernah berkata, “Kemana Yi berjalan, Qi mengikuti; dan kemana Qi berjalan, Jin mengikuti”, yang berarti bahwa kemana keinginan mental pergi, kesanalah energi vital mengarah, dan kemana energi vital mengarah, kekuatan intrinsik menuju. Sudah jelas bahwa, Yi, Qi dan Jin saling berhubungan erat.

Yi, secara singkatnya dapat dikatakan sebagai keinginan mental, atau pikiran. Yi merupakan proses persepsi dan pengertian dalam otak kita. Dalam mempraktekkan Sanchin dan Tenshou, kita tidak hanya menggerakkan tubuh kita secara fisik, tetapi kita juga harus memahami arti setiap gerakan dan bagaimana gerakan itu harus dipraktekkan sebelum kita melakukan aksi fisik dari kata tersebut, dengan kata lain menggunakan pikiran untuk menggerakkan tubuh. Sebagai konsekuensinya otot-otot tubuh akan berkontraksi untuk membangun kekuatan. Dalam pelaksanaan kata-kata ini, kita menciptakan skenario dalam pikiran kita seolah-olah ada seorang musuh atau lawan di hadapan kita: bayangkan kita menyerang lawan kita secara efektif atau memblok serangannya, kemudian kita mewujudkan proses mental ini kedalam aksi fisik. Selama per-wujudan-an ini, kita akan menyadari bagaimana kita, secara fisik akan merendahkan bagian tubuh bawah kita untuk menyokong aksi yang dilakukan dengan kuat. Inilah realisasi aktual dari kata dan hanya dengan cara inilah Jin dapat dilepasakan secara terus menerus dari tubuh kita, dan setelah itu membentuk gerakan yang terontrol secara mental.



Qi adalah salah sejens energi vital tubuh manusia yang mengatur hidup kita, tetapi tidak berhubungan dengan udara yang kita hirup. Qi adalah sensasi rasa aliran udara yang mengalir di dalam tubuh sepanjang jaringan pembuluh yang menghubungkan organ-organ dalam dan membawa pesan fungsi-fungsi fisiologis dan patologis tubuh. Qi hanya dapat didatangkan oleh Yi, dan diubah menjadi Jin saat diimplementasikan secara eksplisit melalaui gerakan tubuh. Hanya ketika Qi mengalir bersama gerakan tubuh, gerakan itu akan menjadi lancar dan penuh dengan kekuatan intrinsik. Pemula mungkin akan sedikit sulit untuk mengeri keberadaan dan latihan Qi. Tetapi, mereka dapat mencoba merasakan Qi dalam tubuh mereka melalui aksi dan gerakan sederhana. Contohnya, dengan berlatih Nukite, pertama kita meletakkan telapak tangan dengan lembut pada posisi pinggang, kemudian dengan perlahan kita memanjangkan lengan kita ke depan; dengan menggunakan pikiran yang benar, telapak dan jari tangan kita secara perlahan diarahkan untuk bergerak ke depan seperti jika mereka digunakan menyerang lawan. Sementara itu, tampaknya “aliran udara” mulai dipompa dari lengan kita sampai ujung jari. Jika dipraktekkan secara benar, kita seharusnya dapat merasakan kekuatan intrinsik yang terbawa sampai jari-jari yang kemudian menjadi lebih sulit ditangkis. Jika dipraktekkan secara berkala, seseorang dapat memakai Qi dengan benar dalam setiap teknik menyerang dan menangkis dalam karatedo.


Jin dapat dianggap sebagai kekuatan intrinsik yang merupakan akibat dari bergabungnya Yi dan Qi. Jangan dilupakan bahwa Jin adalah kekuatan tubuh yang diciptakan oleh kontraksi serabut otot. Singkatnya, Jin tercipta dari dalam melalui Yi dan Qi, dan berubah menjadi energi terkontrol; sementara kekuatan tubuh hanya merupakan manifestasi.
kekuatan dinamis yang tampak dari luar. Jangka waktu yang diperlukan untuk mengaplikasikan Jin memang lebih lama, tetapi kekuatan yang ditimbulkan olehnya ringan dan tajam. Sebaliknya, kekuatan tubuh saja adalah berat, kaku dan kasar, meskipun hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk mengeluarkannya. Jika Sanchin dan Tenshou dipraktekkan secara benar, Jin, yang memiliki karakter gemulai dan luwes, akan dapat dilepasakan dengan lancar dan alami. Saat Jin dikombinasikan dengan kekuatan tubuh dalam serangan atau bertahan, hal itu akan menjadikannya sekuat baja – tak terpatahkan dan tak terkalahkan.

Di edit dan dikutip dari website "dr-agna.livejournal.com" dengan judul artikel"Sanchin dan Tenshou".

1 comment:

  1. bagus n sangat membantu sensei...

    ReplyDelete